Seiring penurunan kasus Covid-19 dan mulai menggeliatnya pariwisata Bali, memberi pengaruh terhadap transaksi di pasar tradisional. Khususnya di Kota Denpasar yang pertumbuhan transaksi rata-rata mencapai 7,5 hingga 10 persen.
Dirut Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar Ida Bagus Kompyang Wiranata, Selasa (29/3) kemarin, mengatakan, kenaikan transaksi terutama terjadi pada pedagang kebutuhan pokok, termasuk buah, sayur dan daging. Hal ini terjadi hampir di semua pasar rakyat yang ada di bawah Perumda Pasar Sewakadharma.
Menurutnya, pertumbuhan transaksi di pasar tradisional dipengaruhi beberapa faktor. Terutama menurunnya kasus Covid-19 yang membuat aktivitas perekonomian saat ini mulai menggeliat. Mulai dari kedatangan wisatawan baik domestik ataupun asing hingga mulai bergeraknya usaha-usaha masyarakat.
“Karena kasus Omicron beberapa waktu lalu bisa kita tangani dengan baik, sehingga tidak parah. Ditambah kebijakan pemerintah mengurangi persyaratan wisatawan masuk Bali, membuat hotel dan restoran mulai buka lebih sering. Dengan itu kebutuhan bahan pangan meningkat,” ujarnya.
Di samping itu, lanjut Gus Kowi panggilan akrabnya menjelaskan, usaha-usaha masyarakat sudah mulai buka, penghasilan masyarakat mulai tumbuh yang juga mempengaruhi daya beli. “Itu pendukung (transaksi di pasar tradisional), hotel dan restoran sudah mulai buka berpengaruh terhadap permintaan bahan pangan. Kemudian aktivitas ekonomi mulai bergeliat yang memberi pengaruh terhadap daya beli masyarakat. Sehingga ketika kita survei ke pasar-pasar, memang ada kenaikan transaksi,” terangnya.
Kondisi ini dikatakannya, terjadi hampir di semua pasar di Kota Denpasar terutama yang berada di bawah naungan perumda. Meski belum normal, transaksi diakuinya sudah lebih baik daripada sebelumnya. Demikian dia berharap jika kondisi terus membaik dan perekonomian terus bertumbuh.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang pedagang buah di Pasar Badung Sang Ayu Anggawati. Dia mengakui permintaan buah terutama oleh hotel dan restoran mulai menggeliat. “Ada kenaikan, sekitar 10 persen itu,” ujarnya.
26 Agustus 2025
18 November 2025
03 November 2025
20 Oktober 2025