Menu

Omzet Pedagang di Pasar Tradisional Disebut Merosot Tajam

  • Selasa, 26 Agustus 2025
  • 822x Dilihat

Beberapa tahun terakhir ini omzet pedagang di pasar tradisional, terutama yang menjual pakaian dan sejenisnya, merosot tajam. Penurunan omzet ini disinyalir akibat gempuran belanja online yang mulai melekat di masyarakat. Salah satunya begitu tampak terjadi di pasar terbesar di Bali yakni Pasar Badung, terutama untuk pedagang di lantai 3 dan 4 yang begitu sepi.

Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, saat dimintai konfirmasi, Senin (25/8), membenarkan kondisi tersebut. Bahkan dia mengatakan untuk pedagang pakian di lantai 3 dan 4 Pasar Badung, penurunan omzet dirasakan hingga 50 persen. Terlebih bagi pedagang yang tidak memiliki pelanggan tetap. "Biasanya pedagang di Pasar Badung punya pelanggan tetap. Kalau yang tidak memiliki langganan, sangat merasakan penurunan omzet," tegasnya. Menurut pria yang akrab disapa Gus Kowi ini, turunnya omzet pedagang karena kebanyakan masyarakat memilih belanja lewat online. Masyarakat ingin belanja lebih praktis. Untuk itu pihaknya mendorong para pedagang agar beralih ke sitem penjualan online juga. Untuk pedagang yang bisa beralih ke online, menurut Gus Kowi, masih tetap bisa bertahan. Seperti pedagang di Pasar Kumbasari yang saat ini banyak beralih ke online. "Kalau di Pasar Kumbasari meski tampak sepi, penjualannya bagus, karena sudah banyak yang online. Pelanggannya bisa langsung dari luar daerah seperti Jakarta dan ada juga pedagang online lain yang menjadi langgan mereka," terangnya.ning Demikian untuk pedagang di lantai 1 dan 2 Pasar Badung, termasuk di pelataran yang menjual sayur, buah, daging dan kebutuhan pokok lainnya, omzet yang didapatkan masih normal. Mereka juga sudah memiliki pelanggan tetap terutama dari kalangan hotel dan restoran di Pulau Dewata.