Inflasi di Kota Denpasar pada Desember 2024 meningkat 0,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya atau month to month (mtm). Sayur dan bumbu dapur menjadi komoditi yang dominan
memicu inflasi pada akhir tahun 2024.
Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar I Wayan Putra Sarjana, Selasa (7/1)mengatakan, beberapa komoditi yang memberi andil pada inflasi pada Desember secara month to month (mtm) yakni cabai rawit,sawi hijau, tomat, cabai merah, bawang merah,kacang panjang, buncis,bawang putih, kopi bubuk,minyak goreng, sosis, semangka, bayam, kol putih/kubis, sabun mandi cair, ikan kembung, ketimun dan pembalut wanita. "Untuk inflasi secara bulan ke bulan (mtm) di Kota Denpasar tercatat sebesar 0,19 persen," katanya.
Menurutnya, sayur dan bumbu dapur yang mendominasi penyumbang inflasi pada Desember 2024 lalu besar dipengaruhi oleh hujan yang terus mengguyur di bulan tersebut. Hal ini berpengaruh terhadap produksi yang komoditi tersebut rentan terhtela air. "Ini pengaruh dari Hidrometeorologi atau cuaca yang terjadi di bulan tersebut," katanya. Sebagai upaya menekan pergerarakan harga yangnterjadi, khususnya untuk sayur dan bumbu dapur, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar. Salah satunya dengan menggelar pasar murah.
Sementara itu, berdasarkan data harga pasar dari
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, harga bumbu dapur cukup tinggi di pasaran. Seperti bawang merah mencapai Rp40.000 hingga Rp41.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram, cabai rawit Rp90.000 hingga Rp100.000
per kilogram dan tomat Rp20.000 per kilogram
26 Agustus 2025
18 November 2025
03 November 2025
20 Oktober 2025