Menu

Peternakan Ungkap Alasan Harga Daging Ayam Tinggi

  • Jumat, 28 April 2023
  • 2658x Dilihat

Denpasar,

Harga daging ayam di pasaran terus melonjak yang saat ini sudah menyentuh Rp43.000 per kilogram. Selain pasokan dari Jawa terkendala libur Lebaran, ketersediaan ayam di peternak di Bali juga terbatas. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor,  terutama biaya tinggi yang membuat beberapa peternak mengurangi produksi hingga mengistirahatkan kandang.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Bali terpilih I Wayan Eka Murka, saat dikonfirmasi Kamis (27/4) mengatakan, ketersediaan ayam di peternak terbatas. Bahkan para peternak terpaksa memanen dini ayamnya. Dikatakannya, ayam siap panen biasa memiliki berat 2,2 hingga 2,4 kilogram per ekor, namun saat ini ayam berat 1,2 kilogram sudah dipanen.

Harga pun dikatakannya tinggi yang sudah menyentuh Rp25.000 per kilogram berat hidup dari sebelumnya Rp13.000 Ro14.000 berat hidup. Saat ini diakuinya, peternak hanya mampu mengeluarkan 100 ribu hingga 120 ribu ekor per hari. Sebelumnya peternak di Bali mampu mengeluarkan 170 ribu hingga 220 ribu ekor per hari.

Kondisi ini kata Eka Murka dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, jelang Nyepi Maret laku check in (ayam masuk kandang) berkurang. “Pada saat itu bersamaan harga doc (day old chicken)  naik, sehingga peternak banyak mengurangi jumlah produksi,” ujarnya.

Kemudian, kerugian yang sempat dialami peternak di Bali juga membuat tidak sedikit peternak yang mengurangi jumlah check in karena keterbatasan modal. Bahkan diakuinya, banyak peternak yang mengistirahatkan kandangnya.

Saat ini dikatakannya, biaya produksi ayam tinggi. Selain harga doc dan pakan yang tinggi, harga gas LPG untuk mendukung pemeliharaan ayam juga naik. Beberapa faktor tersebut yang dikatakannya menjadi penyebab Bali kekurangan stok ayam.

Sementara itu, salah seorang pedagang daging ayam di kawasan Ubung Kaje Denpasar, Ibu Ayu, Kamis (27/4) kemarin, mengatakan harga daging ayam kembali naik. Dari sebelumnya Rp40.000 per kilogram (H-2 Lebaran) saat ini sudah mencapai Rp43.000 per kilogram.