Perumda Pasar Kota Denpasar menyiapkan mesin pencacah untuk sampah yang masih tercecer di pasar. Meski sudah ada imbauan untuk pedagang mengelola sampah sendiri, namun masih ada sampah yang tercecer. Sampah yang tercecer seperti sisa canang, daun dari pepohonan dan sebagainya yang harus ditangani perumda pasar. Oleh karena itu, Perumda Pasar telah menyiapkan mesin pencacah organik di masing-masing pasar. Dirut Perumda Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata mengatakan, mesin pencacah tersebut ditempatkan di pasar-pasar besar yang dikelola Perumda Pasar. Sudah ada enam mesin pencacah yang disiapkan tersebar di Pasar Badung, Pasar Kumbasari, Pasar Kereneng, Pasar Sanglah, Pasar Anyar Sari,Pasar dan Pasar Cokroaminoto.19
Hasil dari caçahan ini saat ini masih dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar untuk tempat penampungan sampah cacahan kering tersebut. "Masih kita koordinasikan dengan DLHK ke mana bisa kita bawa hasil cacahan sampah organik ini," katanya. Gus Kowi menambahkan, sampah organik yang dihasilkan pedagang dari sisa berjualan ditangani langsung oleh pedagang. Untuk sampah anorganiknya berupa plastic dan lain-lain masih bisa diangkut oleh Perumda. "Tapi jika pedagang tersebut mau diangkut sampah anorganiknya, karena ada juga beberapa yang sudah kerjasama dengan pihak lain untuk mengangkut sampahnya," ujarnya. Ia menambahkan, saat ini pedagang tidak dikenakan retribusi kebersihan semenjak kebijakan kelola sampah secara mandiri itu diterapkan di pasar tradisional. Selama ini kata Gus Kowi sampah organik di pasar tradisional cukup banyak. Komposisinya mencapai sekitar 60 persen dari total timbulan sampah. Pemkot Denpasar sebelumnya juga berencana menambah mesin untuk pengolahan sampah di (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) TPST Kesiman Kertalangu. Mesin tersebut akan diujicobakan setelah uji coba mesin di TPST Tahura Ngurah Rai sukses. Terkait penambahan mesin tersebut, Pemkot Denpasar pun telah melakukan sosialisasi yang dibantu Desa Adat Kesiman."Rencananya akan ada mesin baru masuk ke TPST di bulan Juni untuk menangani sampah-sampah terutama di Kota Denpasar ini kurang lebih antara 100 sampai 200 ton per hari. Kami sudah sosialisasi bagaimana aktivasi pengolahan sampah tersebut ke warga sekitar," kata Bendesa Kesiman, Jro I Ketut Wisna, Pihaknya menambahkan, dari desa adat membantu untuk mensosialisasikan ke masing-masing banjar, dan dari desa adat juga akan membantu dengan pecalang jika diperlukan. "Dari desa adat, apa yang memang diperlukan pemerintah khususnya Kota Denpasar, kami senantiasa selalu siap untuk membantu kondisi di lapangan,"paparnya. Terkait penolakan yang pernah terjadi, ia menyebut system saat itu memang bermasalah. Dan saat ini, mesin yang digunakan adalah mesin baru."Ini di bulan Juni ini mesinnya mesin baru akan dating lagi, dari pemilahan, pencacahan, kemudian prosesnya mungkin jadi RDF seperti itu. Nah, itu sudah kami sosialisasikan kurang lebih sebulan yang lalu bagaimana beroperasinya kembali," imbuhnya. Ia menyebut jika sosialisasi untuk warga sekitar langsung dilakukan Wali Kota Denpasar bersama Ketua DPRD. Secara prinsif menurutnya, 32 banjar yang ada di wewidangan Desa Adat Kesiman sudah memahami alur pengolahan sampah saat ini. Jro Wisna menyebutkan, saat ini TPST tersebut mengolah 30 ton sampah organic per hari dan akan terus ditingkatkan. Sehingga dengan beroperasinya TPST Kesiman Kertalangu sesuai target, diharapkan bisa membantu menangani sampah sembari menunggu PSEL rampung.
26 Agustus 2025
18 November 2025
03 November 2025
20 Oktober 2025