Atasi Persoalan Pasar Tumpah di Denpasar
DENPASAR,Keberadaan pasar tumpah di sejumlah pasar tradisional yang dikelola
Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar menjadi salah satu fokus penataan yang tengah disiapkan. Selain mengkaji relokasi pedagang ke los maupun kios yang masih kosong di dalam pasar resmi, Perumda Pasar juga berencana menggandeng desa adat setempat. Ini untuk menciptakan solusi yang mampu mengakomodasi kepentingan ekonomi Masyarakat, sekaligus menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas.Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar I Wayan Suadi Putra, Minggu (23/8), menjelaskan bahwa, fenomena pasar tumpah saat ini masih ditemukan di beberapa pasar yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar, seperti; Pasar Sanglah dan Pasar Ketapian.
Menurutnya, keberadaan pasar tumpah tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan ketertiban semata. Aktivitas tersebut, juga memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi masyarakat yang berkembang di sekitar kawasan pasar. "Pasar tumpah memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara bijak, agar tetap memberikan Ruang bagi aktivitas ekonomi tanpa mengabaikan aspek ketertiban dan kenyamanan masyarakat," ujar Suadi Putra. Untuk mewujudkan hal tersebut, Perumda Pasar tengah merancang skema kolaborasi dengan desa adat sebagai salah satu langkah penataan. Melalui sinergi tersebut, diharapkan dapat tercipta solusi yang menguntungkan seluruh pihak. Salah satu upaya yang dirancang akan diterapkan di kawasan Pasar Ketapian. Penataan akan difokuskan pada pengaturan jam operasional pasar tumpah, serta rekayasa arus lalu lintas guna mengurangi kepadatan kendaraan yang kerap terjadi pada jam-jam tertentu. "Kami akan melakukan pengaturan intensif dengan desa adat setempat agar tercapai win-win solution. Seperti di Ketapian, rencananya kami terapkan rekayasa lalu lintas yang disesuaikan dengan jam operasional pasar dan pasar tumpah, sehingga masyarakat tidak menumpuk di jam-jam tertentu dan kemacetan bisa diurai," jelasnya. Selain penataan di kawasan pasar, Perumda Pasar juga tetap membuka opsi relokasi pedagang pasar tumpah ke kios maupun los kosong yang tersedia di dalam pasar resmi.
"Pasar tumpah memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara bijak, agar tetap memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi tanpa mengabaikan aspek ketertiban dan kenyamanan Masyarakat."
I WAYAN SUADI PUTRA
Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar
26 Agustus 2025
18 November 2025
20 Oktober 2025
03 November 2025