Denpasar -Tingginya harga beras yang masih terjadi hingga saat ini membuat masyarakat mulai beralih memilih beras medium. Beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) pun menjadi incaran. Pedagang pun mengakui penjualan beras yang dikeluarkan oleh Bulog ini meningkat.
Salah seorang pedagang di Pasar Badung Ni Ketut Adi Satiari, Jumat (29/9) mengatakan, permintaan beras SPHP cukup tinggi akhir-akhir ini mengingat harga beras premium dan medium umum sangat tinggi. Dia mengaku, untuk 500 kilogram dari Bulog kini habis dalam waktu 3-4 hari. Sedangkan sebelum signifikannya kenaikan harga beras, stok mingguan dari Bulog bisa habis lebih dari satu minggu.
Perbandingan harganya, menurut Adi Setiari cukup tinggi. Untuk beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp54.500 per sak. Sedangkan untuk beras medium terlebih premium sudah mencapai Rp70.000 lebih per sak.
Menurutnya, kualitas beras SPHP juga tidak terlalu jauh dengan medium umum. “Ya kualitasnya juga bagus, jadi masyarakat banyak yang nyari. Karena beras biasa mahal sekarang,” katanya.
Sementara itu, dikonfirmasi terkait pendistribusian beras SPHP, Manager SCCP Kantor Bulog Wilayah Bali, Avrilia Purwandari mengatakan, berdasarkan data distribusi 3 bulan terakhir ke toko atau pasar tradisional, mengalami peningkatan. Dia menjabarkan, pada Juli 2023 distribusi beras SPHP mencapai 259.950 kilogram, Agustus 881.935 kilogram dan September mencapai 908.660 kilogram.
Beras SPHP di pasar tradisional saat ini cepat habis. Hanya saja untuk pemerataan, kouta pedagang pasar ataupun kios diberikan 2 ton per minggu.
26 Agustus 2025
18 November 2025
03 November 2025
20 Oktober 2025