Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar yang bersinergi dengan PD. Pasar Kota Denpasar kembali merevitalisasi satu pasar, yakni Pasar Anyarsari, Denpasar. Proyek pembangunan kembali Pasar Anyarsari dilakukan pasca terjadi musibah kebakaran, beberapa waktu lalu itu, ditandai dengan upacara mecaru dan peletakan batu pertama yang dilakukan Wakil Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Minggu 13 Oktober 2019.
Hadir dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede ; Sekda Kota Denpasar A.A Ngurah Rai Iswara; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari; Direktur Utama PD.Pasar Kota Denpasar, I.B Kompyang Wiranata, OPD terkait, bendesa dan Ka. Unit Pasar Anyarsari.
Wakil Walikota , Jaya Negara, didampingi Sekda Rai Iswara, mengatakan saat ini pasar tradisional masih menjadi sektor penting dalam menggerakan ekonomi utamanya di dalam kota. Karenanya, revitalisasi pasar di Kota Denpasar dinilai penting untuk memaksimalkan pengembangan ekonomi kerakyatan. “Dengan adanya revitalisasi pasar tentu akan membuat kepercayaan masyarakat akan pasar rakyat meningkat dan tentunya akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan pasar, serta ekonomi kerakyatan kedepannya,” kata Jaya Negara.
Pasar tradisional sebelumnya dikenal sebagai kondisi yang identik dengan kotor, becek dan bau, kini justru diminati masyarakat. Bahkan, wisatawan mancanegara banyak yang berbelanja ke pasar rakyat. Hal yang sama tentu dapat diwujudkan Pasar Anyarsari, di mana pasar ini memiliki ciri khas khusus sebagai pasar khusus buah-buahan terbesar di Bali.
Sementara Dirut PD.Pasar Kota Denpasar, I.B Kompyang Wiranata, menyatakan tujuan dari revitalisasi pasar guna menata pasar yang representatif menuju pasar yang bersih, ramah, aman, segar dan terpercaya. Pasar yang didirikan sejak tahun 1994 lalu, dengan segala kondisi pasar yang sudah layak, namun sebagai upaya memaksimalkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan pasca musibah kebakaran yang terjadi pada, 11 Agustus 2018 lalu, Pemkot Denpasar melaksanakan revitalisasi pasar. Bangunan Pasar Anyarsari yang direvitalisasi ini rencananya akan rampung sebanyak 108 pedagang yang terdiri dari 60 los dan 48 kios yang menjual buah-buahan, alat upakara dan ada juga sembako.
Lebih lanjut Kompyang Wiranata, menambahkan telah mengkonsep pelaksanaan pembangunan akan dilaksanakan selama 100 hari terhitung dari, 12 September 2019. Untuk dana pembangunan pasar ini, menggunakan dana bantuan dari pemerintah pusat dengan dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan RI sebesar Rp 4 miliar. Selain itu, pembangunan ini telah dikonsep sedemikian rupa dengan penataan jalan yang dulunya memecah ke tengah sekarang sudah difloting ke pinggir dan ditata dengan baik. “Pembangunan ini tidak hanya dengan pembangunan fisik semata tetapi juga merubah pola piker pedagang didalam berjualan yang bersih, serta higienis dan tidak mengurangi konsep pasar rakyat, yaitu proses jual beli dan tawar menawar harga,”tandasnya.
26 Agustus 2025
18 November 2025
20 Oktober 2025
03 November 2025