Menjamurnya pertumbuhan Pasar Modern, juga disertai munculnya kelas kelas baru di masyarakat.Generasi muda umumnya enggan datang ke Pasar Tradisional yang terkesan becek, Pelayanan yang kurang ramah serta harga yang tak pasti.Kondisi ini harus disikapi arip oleh pedagang dan pengelola pasar tradisional denga menerapkan manajemen pelayanan prima.Hal itu disampaikan Ida Pandita Empu Jaya Acarya Nandha dalam Dharma Wacananya dihadapan Ratusan pegawai, perwakilan pedagang dan pemangku di lingkungan PD.Pasar Kota Denpasar, selasa 23/7 kemarin.
Menurut Ida Pandita Pasar Tradisional merupakan aset yang harus terus di lestarikan.Di era persaingan global ini, baik pedagang dan pengelola mampu menata dan mengemas dagangan serta pelayanan, sehingga customer mau datang. Sebagai pelayan tidak mudah.Harus sabar, dan selalu bersinergi dengan semua komponen pasar.
Dalam Dharma Wacana serangkaian HUT ke 19 PD. Pasar Kota Denpasar Ida Pandita juga mengingatkan ada tiga poin yang harus dikelola dengan baik. Pertama, Pedagang dan Karyawan harus mampu mengelola kecerdasan intelektual. Meski sehari hari pekerjaan berjualan, pedagang harus inovatif.Yang ke dua pedagang dan karyawan pd. Pasar harus mampu mengelola kecerdasan spiritual.Sesungguhnya di bali ini tak ada ruang tanpa Ida Betara.Selanjutnya, pedagang dan pegawai harus memiliki kemampuan mengelola kecerdasan emosional dengan membangun kasih sayang.Dharma Wacana yang diselingin ungkapan lucu tersebut, Ida Pandita juga mengajak agar semua pihak belajar memahami diri sendiri secara utuh ( Mulat sarira ).
26 Agustus 2025
18 November 2025
20 Oktober 2025
03 November 2025