Denpasar,
Cabai merupakan salah satu komoditi yang kerap penyumbang inflasi daerah. Dalam upaya mengendalikan inflasi ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali memfasilitasi Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng untuk kerja sama antar daerah (KAD) intra dan antar provinsi dengan Kabupaten Banyuwangi sebagai sentranya cabai. KAD intra dan antar provinsi ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di sela-sela panen cabai dan juga Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan Pre-event Festival Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) di Desa Jambewangi Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Selasa (14/3) mengatakan, di Banyuwangi, salah satu penyumbang inflasi adalah cabai. Karenanya pemerintah mengintensifkan kepada masyarakat dengan memberikan bantuan bibit dan menanam cabai, selain tanaman penyumbang inflasi lainnya. “Salah satunya berupaya meningkatkan kerja sama antar daerah yaitu Buleleng dan Denpasar. Kerja sama ini nantinya diikat lewat MoU,” katanya.
Harapannya MoU bisa mengendalikan inflasi di Banyuwangi, Buleleng dan Denpasar. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pula penandatangan MoU kerja sama antardaerah Buleleng dan Banyuwangi secara G2G, Denpasar dan Banyuwangi secara G2G, serta Gapoktan Taru Putih dan Argha Nayottama secara B2B. Termasuk penandatangan MoU Bank Indonesia Jember dengan Gapoktan Taru Putih Banyuwangi, serta penyerahan PSBI alsintan kultivator.
Bupati Banyuwangi menyampaikan, dengan panen cabai diharapkan petani cabai meningkat kesejahteraanya dan bisa berbagi ke masyarakat pula. Selanjutnya ada yang bisa ditindaklanjuti agar bisa berdampak kepada ekonomi dan inflasi daerah sehingga daerah juga membangun lebih baik.
Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan BI Jember Yukon Aprinaldo mengatakan BI melakukan pembinaan dan pelatihan dari hulu hingga hilir. Terkait menjaga inflasi dan ketahanan pangan pihaknya menyambut positif adanya KAD antara Buleleng dan Denpasar di mana sifatnya ada yang B2B dan G2G karena akan menjadi payung yang kuat kerja sama antar pemerintah.
Anggota DPR RI Komisi XI, Zulfikar Arse Sadikin di tempat sama menyampaikan, apa yang diterapkan BI selama ini sudah bagus dan di daerah juga ada tim pengendalian inflasi. Ke depannya diharapkan kerja sama untuk mengetahui mana saja daerah yang sebagai penyuplai dan daerah mana sebagai demand, karena inflasi berkaitan antara suplai dan demand. Pihaknya meminta pemerintah daerah dibantu BI untuk memeta ulang potensi-potensi daerah masing-masing.
Misal ada daerah lemah bawang maka daerah mana yang kuat bisa mensuplai sehingga inflasi bisa ditekan apalagi di 2013 ada ancaman stagflasi. Begitupula terkait digitalisasi harus didukung karena untuk good and clean goverment. Pakai QRIS tidak usaha bawa uang tunai karena aman.
26 Agustus 2025
18 November 2025
03 November 2025
20 Oktober 2025