Menu

Inflasi Diprediksi Turun pada Semester II

  • Jumat, 03 Februari 2023
  • 367x Dilihat

Denpasar,

Tingkat inflasi atau harga yang stabil dan cenderung menurun serta  penguatan pemulihan diprediksi terjadi pada semester kedua tahun ini.
Kondisi tersebut, menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sebagai dampak dari tekanan yang berasal dari respons kebijakan yaitu
pengetatan moneter dan kenaikan suku bunga oleh otoritas moneter akan berkurang atau melambat turun. "Ini memberikan harapan baru
bahwa pada tahun 2023 setidaknya pada paruh kedua, kita akan melihat kombinasi yang jauh lebih positif dari penurunan inflasi dan penguatan
pemulihan," ungkap Sri Mulyani dipantau di Denpasar, Rabu (1/2).

Beberapa negara saat ini sudah merilis data pertumbuhan ekonomi 2022 yang mencerminkan realisasi lebih baik dari yang diproyeksikan sebelumnya.
Misalnya, ada negara yang sebelumnya diperkirakan terkontraksi, namun mampu tumbuh positif mencapai nol persen dan ada yang pada awalnya diprediksikan tumbuh nol persen tetapi mampu meningkat dalam kisaran 0,25 persen.Pertumbuhan tersebut merupakan capaian yang bagus, namun kinerja itu menegaskan bahwa pelemahan ekonomi global itu ada. Mungkin tidak sedalam dan tidak separah sebelumnya,tetapi perlambatan tersebut
ada dan akan berlanjut dikuartal pertama 2023 atau mungkin lebih lama hingga paruh pertama tahun ini. Kendati demikian, Mantan Direktur Pelaksana
Bank Dunia ini menilai hal tersebut sedikit lebih baik dan memberikan optimisme yang lebih dalam, sehingga pertumbuhan ekonomi akan pulih sementara dan tekanan pada harga akan mereda.

Itu adalah sesuatu yang sangat baik dalam arti bahwa dilema bagi banyak pembuat kebijakan akan jauh lebih mudah," tuturnya. Situasi yang paling sulit adalah ketika pembuat kebijakan harus memilih antara menstabilkan harga, termasuk nilai tukar, atau mempertahankan pertumbuhan. Tentunya seluruh pembuat kebijakan di negara manapun tidak bisa memilih dan cenderung menginginkan keduanya. Namnun untungnya saat ini situasi tersebut sedikit mereda dan memberikan kemudahan."Situasi ini mudah-mudahan akan dipertahankan. Meski mau tidak mau jika melihat banyak proyeksi oleh banyak lembaga internasional menunjukkan bahwa tahun 2022 sudah berlalu, namun akan jauhlebih lemah dari tahun 2021 dan akan berlanjut di tahun 2023 di mana pertumbuhan melemah, jauh lebih rendah dari tahun 2022," ucap Menkeu.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat pada indeks harga konsumen (IHK) Januari 2023 yaitu IHK gabungan  Kota Denpasar dan KotaSingaraja tercatat mengalami inflasi setinggi 0,66 persen. Inflasi ditunjukkan dengan peningkatan IHK dari 113,25 pada Desember 2022 mnenjadi 114,00 pada Januari 2023. Tingkat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) Januari 2023 sebesar 0,66 persen. Tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2023 terhadap Januari 2022 atau YoY) tercatat setinggi 5,81 persen," kata Kepala BPS Bali, Hanif Yahya.

Inflasi terjadi karena kenaikan harga barang/jasa konsumsi masyarakat yang ditunjukkan oleh naiknya IHK komoditas pangan yang termasuk dalam enam kelompok pengeluaran. Enam kelompok pengeluaran tersebut yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau setinggi 1,80 persen. Kemudian, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga setinggi 1,20 persen. Selanjutnya kelompok rekreasi, olahraga dan budaya setinggi 0,98 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya setinggi 0,85 persen, kelompok perumahan, air,listrik, dan bahan bakarrumah tangga setinggi 0,32persen. Ditambah kelompokpenyediaan makanan danminuman/restoran setinggi 0,12 persen.Hanif pun merinci untuk Kota Denpasar sendiripada Januari 2023 tercatatmengalami inflasi setinggi 0,62 persen yang ditunjukkan dengan peningkatanIndeks Harga Konsumen dari 113,17 pada Desember 2022 menjadi 113,87 pada Januari 2023. Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (year to datelytd) sama dengan tingkat inflasi Januari 2023 (month to month/ m to m) yaitu tercatat masing-masing setinggi 0,62 persen. "Denpasar inflasi tahun ke tahun (Januari 2023 terhadap Januari 2022 atau year onyear /yoy) tercatat setinggi 5,95 persen," terangnya. Sedangkan Kota Singaraja pada Januari 2023, tercatat mengalami inflasi setinggi 0,95 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 114,85. Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2023 sama dengan inflasi bulan Januari 2023 setinggi 0,95 persen. Sementara itu,tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2023 terhadap Januari 2022 atau Yo Y) tercatat setinggi 4, 95 persen. BPS merinci dari 90 kota IHK, 80 kota tercatat mengalami inflasi dan 10 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Gunungsitoli (Sumatera Utara) setinggi 1,87 persen sementara inflasi terendah tercatat di Kota Manokwari (Papua Barat) setinggi 0,03 persen. Deflasi terdalam tercatat di Kota Timika (Papua) 0,60 persen, sementara deflasi terdangkal tercatat di Kota Tanjung Selor (Kalimantan Utara) 0,04 persen. Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Kota Denpasar menempati urutan ke-28 dan Kota Singaraja menempati urutan ke-10 dari 80 kota yang mengalami inflasi tercatat di Kota Manokwari (Papua Barat) setinggi 0,03 persen. Deflasi terdalam tercatat di Kota Timika (Papua) 0,60 persen, sementara deflasi terdangkal tercatat di Kota Tanjung Selor (Kalimantan Utara) 0,04 persen. Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Kota Denpasar menempati urutan ke-28 dan Kota Singaraja menempati urutan ke-10 dari 80 kota yang mengalami inflasi.