Menu

Inflasi Denpasar capai 5,50 persen pada maret 2023

  • Kamis, 06 April 2023
  • 847x Dilihat

Denpasar,

Badan Pusat Statistik Kota Denpasar mencatat inflasi pada Maret 2023 mencapai 5,50 persen dibandingkan tahun sebelumnya di bulan yang sama (year to year/yoy). Angka ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (Februari 2023) mencapai 6,37 persen yoy.

Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) setinggi 0,68 persen dan tercatat inflasi pada Maret 2023 (month to month/mtm) mencapai 0,03 persen. Dari sebelas kelompok pengeluaran, tujuh kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi (m to m) yaitu kelompok VIII (rekreasi, olahraga, dan budaya) sebesar 0,61 persen; kelompok I (makanan, minuman, dan tembakau) sebesar 0,41 persen; kelompok V (kesehatan) sebesar 0,33 persen; kelompok III (perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga) sebesar 0,12 persen; kelompok VI (transportasi) sebesar 0,06 persen; kelompok X (penyediaan makanan dan minuman/restoran) sebesar 0,05 persen; dan kelompok II (pakaian dan alas kaki) sebesar 0,03 persen. Sedangkan tiga kelompok pengeluaran lainnya tercatat mengalami deflasi yaitu kelompok IV (perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga) sebesar -1,56 persen; kelompok IX (pendidikan) sebesar -0,15 persen; dan kelompok XI (perawatan pribadi dan jasa lainnya) sebesar -0,12 persen. Sementara itu, kelompok VII (informasi, komunikasi, dan jasa keuangan) tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau tercatat stagnan.

Kabag Ekonomi Setda Kota Denpasar I Made Saryawan, saat dikonfirmasi Rabu (5/4) mengatakan, penurunan inflasi di Kota Denpasar secara yoy dikarenakan beberapa faktor. Pertama yaitu harga kebutuhan pokok mulai stabil. Kedua komponen pemicu inflasi khususnya volatile food mengalami penurunan terutama beras dan cabai

Di samping itu, upaya pemerintah Kota Denpasar yang senantiasa berupaya mengendalikan inflasi melalui kegiatan operasi pasar di dua pasar yang menjadi objek survei BPS dan juga kegiatan pasar murah yang di laksankan oleh Dinas Perindag dan kelurahan/desa serta bazaar pangan yang dilaksanakan oleh Dinas Perikanan sangat masif.  Hal ini dikatakannya mampu menekan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Disinggung terkait kemungkinan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Lebaran, Made Saryawan mengatakan, pemerintah berupaya menekan lonjakan harga dengan operasi pasar dan bazar pangan. “Untuk menjaga harga menjelang hari besar keagamaan kita tetap mengupayakan OP (operasi pasar) dan bazar pangan di kantong kantong penduduk muslim. Agar dampak adanya kenaika kebutuhan pokok tidak dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.