Secara tahunan atau year on year (yoy) Denpasar mengalami inflasi 3,6 persen pada Januari 2026. Beberapa komoditas terlihat memberi andil seperti tarif listrik hingga sewa rumah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi tahunan (yoy) pada Januari 2026, antara lain, tarif listrik, emas perhiasan, sewa rumah, biaya pendidikan SMA, daging ayam ras, beras, air kemasan,Sigaret Putih Mesin (SPM), upah asisten rumah tangga, pepaya, biaya bimbingan be- lajar, kontrak rumah, iuran pembuangan sampah, kopi bubuk ongkos laundry, angkutannudara, tongkol diawetkan, vitamin, dan cuci kendaraan. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi tahunan antara lain, cabai rawit, cabai merah, sawi hijau, tomat, bensin, bawang putih, daging babi, baju kebaya, terong, kacang panjang, jeruk, bayam, pembelian telepon seluler, buncis, pisang, sepatu anak, baju kaos tanpa kerah anak, baju muslim anak, baju kaos tanpa kerah wanita, dan gula pasir Di sisi lain secara bulanan atau month to month (mtm), Denpasar mengalami deflasi 0,13 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi bulanan pada Januari 2026, antara lain, cabai rawit, bensin, bawang merah, cabai merah, daging ayam ras,daging babi, wortel, beras, pembelian telepon seluler, semangka, ikan teri, kemeja panjang katun pria, celana panjang jeans pria, sandal kulit pria, buah naga, sawi hijau, apel, dan kacang panjang. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi bulanan, antara lain, sewa rumah, emas perhiasan, tongkol diawetkan, ikan kembung, tukang bukan mandor, iuran pembuangan sampah, Sigaret Kretek Tangan (SKT), mangga, kopi bubuk, ikan tongkol, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ikan mujair, tauge/kecambah, bawang putih, kacang tanah, dan bayam. Menurut Ketua Tim Statistik Harga BPS Kota Denpasar Luh Putu Novita Sari menjelaskan, untuk tarif listrik sendiri pada dasarnya tidak ada kenaikan. Inflasi yang disumbangkan tarif listrik pada awal tahun ini dipengaruhi oleh diskon 50 persen yang diberikan PLN kepada pelanggan dengan daya di bawah 2.200 VA. Novita menjelaskan, inflasi tahunan menghitung perubahan harga Januari tahun ini dibandingkan dengan Januari tahun lalu. "Januari dan Februari tahun lalu pemerintah melalui PLN memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen, sehingga saat ini secara yoy terlihat mengalami kenaikan," katanya. Demikian dia mengatakan, hingga Februari nanti tarif listrik akan memberikan andili terhadap inflasi di Denpasar. Hal tersebut karena diskon tarif berlangsung dari Januari hingga Februari pada 2025 lalu.Sementara itu terkait dengan sewa rumah yang juga memberi andil dalam inflasi, Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, S. IP., M. AP mengatakan, kenaikan harga sewa rumah dipengaruhi oleh 2 faktor. Pertama karena permintaan tinggi akibat urbanisasi dan pariwisata meningkat, sehingga harga rumah dan sewa rumah cenderung naik. Kedua belum adanya pengaturan hukum di pusat terhadap harga sewa rumah dan tidak ada pembatasan harga sewa di kebijakan daerah. Dalam upaya menekan laju inflasi, kata dia, beberapa upaya dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar. Diantaranya, penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar dalam memantau pergerakan Harga sembako di pasar tradisional, mengidentifikasi potensi tekanan harga sejak dini dan menyiapkan langkah cepat jika terjadi gejolak. Selain itu, juga menggelar operasi pasar dan pasar murah di kelurahan dan desa. Terkahir yakni menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi. "Dalam hal ini Pemkot berkoordinasi dengan Bulog, Perumda Pasar,Dinas Perindag, Distributor dan Pelaku Usaha untuk memastikan stok sembako cukup, distribusi lancar serta tidak ada hambatan logistik, terutama setelah libur panjang dan saat permintaan melemah di awal tahun (factor musiman Januari)," terang Agus Jayadi.
26 Agustus 2025
18 November 2025
20 Oktober 2025
03 November 2025