Menu

Inflasi Bali Sentuh 1,92 Persen , Biaya Sekolah Ikut Jadi Penyumbang

  • Rabu, 04 Juni 2025
  • 560x Dilihat

BPS Bali mencatat perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2025 di Provinsi Bali yang diwakili Kota Denpasar, Singaraja, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Tabanan secara tahunan menunjukkan adanya kenaikan. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Denpasar sebesar 2,48 persen dengan IHK sebesar 110,13 dan inflasi terendah tercatat di Kabupaten Badung sebesar 0,92 persen dengan IHK sebesar 106,61. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Bali di 4 kabupaten/kota tersebut, pada Mei 2025 terjadi inflasi y-on-y sebesar 1,92 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,17 pada Mei 2024 menjadi 109,23 pada Mei 2025. Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) Mei 2025 tercatat inflasi sebesar 1,26 persen, sedangkan inflasi bulanan (m-to-m) tercatat deflasi sebesar 0,47 persen. Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar menyampaikan, inflasi tahunan (y-on-y) terjadi karena naiknya harga komoditas - komoditas amatan yang ditunjukkan oleh naiknya IHK pada sepuluh kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan  tembakau naik sebesar 2,05 persen. Kemudian, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,84 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,28 persen, kelompok kelengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,95 persen. Disusul kelompok kesehatan sebesar 3,18 persen, kelompok transportasi sebesar 0,16 persen kelompok rekreasi , olahraga dan budaya sebesar 0,96 persen, kelompok pendidikan sebesar 3,03 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman / restoran sebesar 2,28 persen, serta kelompok keperawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,60 persen.