Menu

Inflasi Bali Februari 2023 Tinggi

  • Sabtu, 04 Maret 2023
  • 1459x Dilihat

Denpasar,

Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali, inflasi Bali (gabungan inflasi Denpasar dan Singaraja) pada Februari 2023, secara tahunan sebesar 6,35% yoy).
Inflasi ini lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulansebelumnya yaitu 5,81% (yoy).Kenaikan harga bahan kebutuhan pokok masih tetap menjadi
pemicu. Maret 2023, inflasi di Bali diperkirakan masih akan tetap tinggi. Kepala Kantor Pewakilan Bank Indonesia (KPw BI) Bali Trisno Nugroho, Jumat (3/3) mengatakan, berdasarkan komoditasnya, terjadinya inflasi disebabkan oleh kenaikan harga pada komoditas beras, bahan bakar rumah tangga (gas LPG), bawang merah, dan cabai merah. Kenaikan harga beras karena terbatasnya pasokan gabah dan belum masuknya masa panen padi, sedangkan kenaikan harga gas LPG disebabkan oleh pembatasan pembelian gas LPG 8 kg dan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET). Adapun kenaikan harga bawang merah dan cabai merah 1akibat penurunan produksi
seiring dengan tingginya curah hujan pada Februari 2023. Namun demikian, inflasi yang lebilh tinggi dapat tertahan dengan
menurunnya harga canang sari, daging ayam ras, telur ayam ras, tomat dan angkutan udara.
Beberapa upaya pengendalian inflasi telah dilakukan antara lain melalui kegiatan operasi pasar untuk komoditas pangan strategis, peningkatan kerja sama antara Bulog dan Perumda, serta pemberian subsidi ongkos angkut untuk menekan kenaikan harga komo-
ditas pangan. Selain itu, TPID juga mendorong peningkatan kualitas data komoditas yang keluar masuk Bali, peningkatan Kerja Sama Antar Daerah
(KAD) dalam Provinsi Bali dan dengan wilayah di luar Provinsi Bali, serta peningkatan komunikasi kepadamasyarakat melalui berbagai media menge-
nai perkembangan harga dan ketersediaan pasokan pangan di Bali.