Denpasar,
Di tengah tingginya harga beras, masyarakat diberikan alternatif beras medium (Bulog) dengan harga lebih terjangkau. Namun tidak banyak warga yang memanfaatkannya. Beras premium ternyata masih menjadi primadona.
Saat dilakukan pemantauan di Pasar Kereneng, Rabu (8/2) kemarin, salah seorang penjual kebutuhan pokok, I Wayan Kamiawan, mengatakan hanya beberapa warga yang beralih ke beras Bulog. Biasanya lebih pada pedagang kuliner seperti nasi goreng, dan lontong. “Kalau yang dikonsumsi sendiri masih kebanyakan beras premium,” ungkapnya.
Kamiawan menambahkan sejak harganya naik, permintaan beras medium mengalami peningkatan. Hal itu karena selisih harga beras medium dengan beras premium jauh. Untuk beras Bulog dijuala seharga Rp47 ribu/5 kilogram. Sedangkan beras premium dijual Rp60 ribuan/5 kligram atau tergantung merek. Selain beras Bulog, dia juga mengatakan, beras polos (kualitas) medium menjadi alternatif masyarakat saat ini.
Untuk harga beras saat ini, tambah Kamiawan, mencapai Rp305 ribu/25 kilogram dengan kualitas premium. Sedangkan sebelum kenaikan hanya Rp275 ribu/25 kilogram. “Ini sudah diam tidak bergerak lagi. Sebelumnya bergerak terus,” ungkapnya.
Menurut Kamiawan, kenaikan harga beras tertinggi terjadi tahun ini. Sebelumnya, dia mengaku harga beras paling tinggi mencapai Rp290 ribu/25 kilogram. Untuk eceran, dia mengaku saat ini menjual Rp13.000/kilogram. “Kalau ecer naik seribu rupiah,” terangnya.
Hal senada diungkapkan oleh pedagang kelontong, Sinta Lestari. Meski harga beras mengalami kenaikan, ternyata tidak banyak warga yang beralih ke beras medium. “Kami menjual merk Putri Sejati dan Ratu Mas (jenis premium). Yang biasanya ada C4. Permintaan sama aja, tergantung peminat,” ungkapnya.
Secata eceran, Sinta mengaku saat ini menjual beras premium mencapai Rp13.500/kilogram dan untuk medium (C4) dijual seharga Rp12.500/kilogram.
26 Agustus 2025
18 November 2025
03 November 2025
20 Oktober 2025