Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan fluktuasi harga pangan selama Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah tetap terjaga sehingga dapat menjaga daya beli masyarakat. "Sesuai arahan Bapak Presiden sejak sebelum Ramadhan harga pangan tidak boleh naik berlebihan. Ini yang kami jaga," kata Amran di Jakarta, Sabtu (21/3). Saat ini terdapat sembilan komoditas pangan strategis yang telah mencapai swasembada meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. "Kami sudah minta, semua harus mengeluarkan stoknya. Jangan sampaiharga naik. Kalau ada yang menaikkan, aku cabut izinnya," ujar Amran. Tak hanya itu, pemerintah secara kolaboratif turut mengimplementasikan berbagai program intervensi pangan. Deretan program intervensi pangan yang telah digeber selama Ramadhan hingga Idul Fitri antara lain distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh Indonesia, termasuk penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada 32,3 juta keluarga penerima manfaat.. Bapanas mencatat realisasi penjualan beras SPHP sampai 19 Maret telah mencapai 42,3 ribu ton. Adapun total target SPHP beras untuk 2026 ini adalah sebanyak 828 ribu ton. Bapanas sebelumnya telah mengajukan anggaran untuk SPHP beras 1,5 juta ton. Namun setelah melalui berbagai pertimbangan yang salah satunya melihat realisasi SPHP beras sampai akhir tahun sebelumnya, ditetapkan anggaran sebesar Rp4,97 triliun yang setara dengan biaya subsidi harga sejumlah 828 ribu ton. Sementara untuk realisasi GPM secara nasional selama Maret ini total telah mencapai 789 kali pada berbagai lokasi di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota. Tak hanya GPM yang menyediakan pangan secara umum, pemerintah pun menggelar pula GPM khusus yang menyediakan daging ayam beku berkualitas premium dengan harga sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP). GPM khusus daging ayam beku ini tersedia lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di 17 provinsi dan akan berlangsung hingga sehari sebelum Idul Fitri. Program itu merupakan kolaborasi antara Bapanas dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Malindo Feedmill Tbk. GPM khusus lainnya dilakukan bersama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari untuk daging sapi dan kerbau dengan harga yang lebih terjangkau.
26 Agustus 2025
18 November 2025
20 Oktober 2025
03 November 2025