Menu

Bazzar Beras Murah Diserbu Warga

  • Rabu, 06 Maret 2024
  • 335x Dilihat

Harga beras yang terus mengalami peningkatan menjadi perhatian semua pihak. Tidak terkecuali jajaran Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar. Melalui unit Sewakajaya, Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar  menggelar bazar beras murah, Selasa (5/3/2024). Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga. Beras yang dijual dengan harga Rp52.000 per lima kilogram tersebut, dalam sekejap habis terjual. Sedikitnya, 2 ton beras  disiapkan untuk operasi pasar ini.

Kepala Unit Bina Usaha Perumda Pasar Sewaka Darma, Putu Eka Yudiantara Putra, saat ditemui di sela-sela bazar beras murah mengatakan, kegiatan ini dilakukan melihat kondisi di lapangan yang menunjukan harga beras terus melonjak. Karena itu, Sewakaja turun langsung membantu masyarakat dengan menyediakan beras yang terjangkau.

Untuk penyediaan beras ini, pihaknya dibantu Bulog dengan kapasitas 2 ton untuk jenis beras SPHP.  Hanya saja, untuk bazar kali ini disiapkan 400 paket  ukuran 5 kg. Beras jenis ini dijual dengan harga Rp 52 ribu per lima kilogram. Selain beras SPHP, juga ada beras jenis lain yang dijual untuk masyarakat. Namun, dari hasil pemantauan di lokasi, warga lebih banyak memilih beras SPHP. Satu orang hanya diberikan maksimal membeli dua paket atau 10 kilogram.

Eka Yudiantara mengatakan, pembatasan jumlah pembelian beras dalam bazar murah ini untuk memberikan pemerataan bagi masyarakat. Artinya, masyarakat yang memerlukan beras murah ini akan lebih banyak bisa menikmati harga beras murah ini.

Disinggung soal kelanjutan bazar beras murah ini, Eka Yudiantara mengatakan akan melihat perkembangan. Bila dipandang perlu untuk melanjutkan program ini, pasti akan dilakukan kembali. “Kita lihat perkembangannya sekarang, bila ada perintah pimpinan untuk melakukan lagi, kami akan gelar kembali,” ujarnya.

Sebelumnya, Manajer Supplay Chain dan Pelayanan Publik, Bulog Bali, Suudi Mutin mengatakan, untuk wilayah Denpasar dan Badung, stok beras di gudang Sempidi ini tersedia cukup banyak mencapai 1.400 ton. Artinya, untuk tiga bulan ke depan masih aman. Selain itu, pada Maret ini akan datang beras impor sebanyak 5.000 ton. Bila jumlah itu ditambahkan dengan stok saat ini akan aman hingga Juni mendatang. Dengan stok seperti ini, masyarakat diminta tidak perlu panik buying atau khawatir, karena stok beras cukup tersedia.

Terkait harga di pasaran yang tinggi, Suudi mengatakan, di pasaran itu bukan hanya beras Bulog. Bermacam jenis beras tersedia. Harga yang tinggi tersebut, biasanya beras yang jenis premium atau medium. Terlebih, panen di tingkat petani belum berlangsung. Kondisi ini yang mengakibatkan harga tinggi.