Inovasi digital bila dikelola dengan tepat, dapat menjadi sumber pertumbuhan yang baru. Digitalisasi juga menjadi strategi utama yang mampu membawa perekonomian Indonesia dan khususnya perekonomian Bali agar ke depannya semakin baik dan kuat.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat dalam penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Penggunaan transaksi pembayaran dengan QRIS makin diminati. Itu tercermin dari transaksinya yang meningkat pesat hingga saat ini. “Nah kenapa saya semangat ke Bali karena memang Bali menjadi satu percontohan yang luar biasa. Tentang QRIS gitu ya jadi saya bilang ini enak banget sosialisasinya sampai ke pasar-pasar juga, luar biasa memang,” pujinya saat Bali Digital Innovation Festival (BALIGIVATION) 2023 yang terdiri dari kick off seremonial dan talkshow dengan tema “Expediting Sustained and Innovative Digitalization to Accelerate Economic Recovery” di Denpasar belum lama ini.
Sementara Kepala Perwakilan BI Bali, Trisno Nugroho menjelaskan berdasarkan data bisa dilaporkan QRIS di Bali sudah 612.000 lebih saat ini. Sementara selama 2022 terbukti efektif untuk peningkatan penggunaan QRIS di Provinsi Bali. Per Desember 2022, jumlah pengguna QRIS di Bali telah mencapai 412.417 orang atau meningkat sebesar 201 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021 yang tercatat sebanyak 204.945 pengguna.
Tidak hanya itu, perluasan juga terus terjadi dari sisi jumlah merchant yang menerima pembayaran menggunakan QRIS. Jumlah merchant QRIS di Bali tercatat meningkat sebesar 52 persen (yoy) yaitu dari 395.838 merchant pada Desember 2021 menjadi 602.289 merchant pada bulan Desember 2022. Hal tersebut menjadikan Provinsi Bali menduduki peringkat 10 besar dengan jumlah pengguna dan merchant QRIS terbanyak secara nasional.
“Peningkatan jumlah pengguna dan merchant QRIS tersebut diikuti dengan peningkatan jumlah transaksi pembayaran berbasis QRIS, sebesar 106 persen (yoy) yaitu dari 1,2 juta transaksi pada Desember 2021 menjadi 2,4 juta transaksi pada Desember 2022,” kata Trisno.
Sedangkan dari sisi nominal, terdapat peningkatan sebesar 172 persen (yoy) dari Rp110,6 miliar pada Desember 2021 menjadi Rp300,9 miliar pada Desember 2022. Ke depan, penggunaan kanal pembayaran berbasis QRIS diprakirakan akan terus meningkat pada tahun 2023. Salah satu upaya yang dilakukan melalui QRIS in One Island yakni mendorong penggunaan QRIS di seluruh Provinsi Bali di segala sektor mulai dari pasar, pusat perbelanjaan, pariwisata, rumah sakit, desa/banjar, dan lain-lain.
Dengan meningkatnya preferensi masyarakat bertransaksi nontunai berbasis digital seperti QRIS, mobile banking dan internet banking, Bank Indonesia kata Trisno Nugroho, mengimbau masyarakat agar senantiasa berhati-hati dalam melakukan transaksi dan menjaga kerahasiaan data pribadi seperti PIN, data diri, serta nomor OTP/Token yang terkoneksi dengan perangkat elektronik. *dik
26 Agustus 2025
18 November 2025
03 November 2025
20 Oktober 2025